News

Kasus ISPA Capai 401.586, Dua Wilayah Kalimantan Tengah Catat Udara Berbahaya

Kasus ISPA Capai 401.586, Dua Wilayah Kalimantan Tengah Catat Udara Berbahaya

Kebakaran hutan dan lahan memicu kekhawatiran terhadap kualitas udara di berbagai wilayah Indonesia, sementara kasus gangguan pernapasan turut menjadi perhatian.

Pemantauan Kementerian Kesehatan mencatat dua wilayah di Kalimantan Tengah berada dalam kategori berbahaya akibat tingginya nilai PM2.5.

Pada 3 November 2026 pukul 09.00 WIB, Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat PM2.5 sebesar 580, sedangkan Palangka Raya mencapai 348.

Data tersebut berasal dari pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara, yang menunjukkan perlunya perhatian khusus terhadap kondisi kedua wilayah tersebut.

Juru Bicara Utama Kementerian Kesehatan, Widyawati, menyampaikan hasil pemantauan itu dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta.

Mahfud Nilai Dugaan Penyadapan Presiden Lebih Serius dari Kasus Sambo

Konferensi pers berlangsung pada Selasa, 3 November 2026, dan membahas kondisi udara di sejumlah daerah terdampak pencemaran.

Selain dua wilayah berbahaya, terdapat 15 kabupaten atau kota dengan kualitas udara dalam kategori tidak sehat.

Sebanyak 60 kabupaten atau kota tercatat berada pada kategori sedang, sementara 14 daerah masuk kategori baik.

Widyawati juga menyebut pencemaran udara terjadi di Muaro Jambi, Barito Selatan, Sukamara, Katingan, Penukal Abab Lematang Ilir, Palembang, dan Bengkalis.

Di Provinsi Riau, empat wilayah tercatat memiliki kualitas udara tidak sehat berdasarkan pemantauan yang disampaikan Kementerian Kesehatan.

SBY Desak Prabowo Pulihkan Politik Beradab di Tengah Kasus Penyadapan

Nilai PM2.5 Kota Pekanbaru tercatat 130, Indragiri Hilir 115, Pelalawan 107, dan Bengkalis mencapai 101.

Sementara di Kalimantan Tengah, lima wilayah lain masuk kategori tidak sehat, yakni Barito Selatan, Sukamara, Katingan, Pulang Pisau, dan Gunung Mas.

Catatan tersebut memperlihatkan bahwa kondisi tidak sehat juga ditemukan di luar dua wilayah Kalimantan Tengah yang berstatus berbahaya.

Sobat, angka kualitas udara ini hadir bersamaan dengan laporan peningkatan beban gangguan pernapasan di sejumlah wilayah Indonesia.

Kementerian Kesehatan mencatat 401.586 kasus infeksi saluran pernapasan akut secara kumulatif hingga 2 November 2026 pukul 16.00 WIB.

Bank Mandiri Gelar Donor Darah Serentak di 12 Wilayah pada 2 November 2026

Jumlah tersebut tercatat di tujuh provinsi dan 63 kabupaten atau kota, menurut data yang disampaikan dalam konferensi pers.

Pada 2 November saja, terdapat tambahan 3.906 kasus ISPA, sehingga pemantauan kesehatan masyarakat menjadi perhatian dalam situasi tersebut.

Kementerian Kesehatan memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan yang dapat terdampak kondisi pencemaran udara dan gangguan pernapasan.

Kelompok yang disebut meliputi balita, lansia, ibu hamil, penderita asma, serta masyarakat yang bekerja di luar ruangan.

Di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, tercatat 515 kasus ISPA yang meningkat sejak karhutla melanda dalam sepekan.

Informasi mengenai kasus tersebut turut menambah gambaran dampak kesehatan yang tercatat di tengah situasi kebakaran hutan dan lahan.

Berikut ringkasan angka pemantauan kualitas udara dan kesehatan yang disampaikan dalam laporan Kementerian Kesehatan.

Ringkasan pemantauan:
Kotawaringin Timur: PM2.5 580, kategori berbahaya
Palangka Raya: PM2.5 348, kategori berbahaya
Riau: Pekanbaru 130, Indragiri Hilir 115, Pelalawan 107, Bengkalis 101
ISPA kumulatif: 401.586 kasus hingga 2 November 2026 pukul 16.00 WIB
Tambahan kasus ISPA: 3.906 pada 2 November 2026

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan potensi terkait perubahan iklim.

Menurut Berton, perubahan kondisi iklim dapat memicu hujan ekstrem dengan durasi singkat di sejumlah wilayah.

Hujan ekstrem dalam waktu singkat tersebut berpotensi menyebabkan banjir bandang hingga tanah longsor, kata Berton.

Pernyataan BNPB itu menjadi bagian dari perhatian terhadap risiko kebencanaan saat kondisi iklim mengalami perubahan.

Data kualitas udara dan laporan kesehatan yang disampaikan menunjukkan dua hal yang sama-sama perlu dicermati dalam situasi ini.

Di satu sisi, pemantauan menempatkan dua daerah di Kalimantan Tengah pada kategori berbahaya berdasarkan angka PM2.5.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan mencatat ratusan ribu kasus ISPA secara kumulatif di tujuh provinsi.

Namun, angka pemantauan udara yang disebutkan mencakup berbagai kategori, dari baik dan sedang hingga tidak sehat serta berbahaya.

Widyawati menyebut sejumlah daerah di luar Kalimantan Tengah juga mengalami pencemaran, termasuk wilayah di Riau dan Sumatra Selatan.

Keterangan itu melengkapi rincian wilayah dengan kategori tidak sehat, termasuk empat daerah yang berada di Provinsi Riau.

Data yang diumumkan mencakup angka PM2.5 untuk Kotawaringin Timur, Palangka Raya, Pekanbaru, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Bengkalis.

Untuk wilayah lain, laporan menyebut kategori kualitas udara tanpa merinci angka PM2.5 masing-masing daerah yang disebutkan.

Hingga laporan disampaikan, perhatian Kementerian Kesehatan mencakup kualitas udara serta kelompok masyarakat rentan terhadap gangguan kesehatan.

BNPB juga mengingatkan potensi hujan ekstrem singkat yang dapat berujung pada banjir bandang maupun tanah longsor.

×
×