News

SBY Desak Prabowo Pulihkan Politik Beradab di Tengah Kasus Penyadapan

SBY Desak Prabowo Pulihkan Politik Beradab di Tengah Kasus Penyadapan

Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono, menyuarakan keresahan mengenai situasi politik nasional di tengah dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

“Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita,” tulis SBY melalui akun X @SBYudhoyono, dikutip Rabu, 4 November 2026.

Ia menilai, upaya memperoleh kekuasaan politik seolah membenarkan berbagai cara, tanpa mempertimbangkan baik buruk maupun nilai moral.

“Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral,” sambungnya.

Pernyataan SBY muncul saat publik ramai membahas dugaan penyadapan ilegal terhadap Prabowo dan sejumlah tokoh politik sejak 2025.

Kasus ISPA Capai 401.586, Dua Wilayah Kalimantan Tengah Catat Udara Berbahaya

Kasus tersebut disebut melibatkan eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Bareskrim Polri menetapkan tiga perwira tinggi sebagai tersangka.

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Asep Safrudin menyebut para tersangka berinisial LSP, ASN, dan EH. Perkara ini juga mencakup dugaan penghapusan data elektronik serta akses ilegal.

SBY mengaku khawatir masyarakat akan merasa takut dan tidak tenteram menjalani kehidupan di negara sendiri.

Sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, ia meminta Prabowo menghidupkan kembali politik yang berkeadaban di Indonesia.

SBY menyebut permohonan itu sebagai panggilan sejarah sekaligus amanah rakyat, serta menyatakan kecintaannya kepada negeri.

Bank Mandiri Gelar Donor Darah Serentak di 12 Wilayah pada 2 November 2026

“Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban. Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat,” ujarnya.

×
×