taik

Mahfud Minta Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut hingga Pihak Penerima Informasi

Mahfud Minta Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut hingga Pihak Penerima Informasi

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyampaikan dugaan bahwa hasil penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto sampai ke Solo.

Dalam keterangannya, Mahfud mengaitkan aliran informasi tersebut dengan kemungkinan upaya mengganggu pemerintahan. Namun, ia menegaskan dugaan itu masih perlu dibuktikan.

Mahfud menyampaikan pandangannya dalam podcast Terus Terang yang tayang di kanal YouTube pribadinya. Pernyataan itu dikutip pada Rabu, 4 November 2026.

Ia mengatakan hasil akhir informasi penyadapan diduga sampai ke Solo. Menurut Mahfud, informasi tersebut bisa dipakai untuk memahami dan menganalisis langkah pihak tertentu.

“Karena dari hasil dari taruhlah bocoran sumber itu, produk dari hasil penyadapan ini, produk finalnya itu sampai ke Solo. Sehingga apa pun yang akan dilakukan oleh para orang-orang ini, sudah tahu arahnya semua dan dianalisis bagaimana cara mengganggunya,” kata Mahfud.

Tiga Pejabat Polda Banten Bergeser, Simak Jabatan Baru Mereka

Mahfud menduga informasi yang terkumpul melalui penyadapan dapat dimanfaatkan kelompok tertentu. Ia tidak menyampaikan identitas pihak yang diduga menerima atau menggunakan informasi tersebut.

Ia juga menghubungkan dugaan itu dengan dinamika politik belakangan ini. Pembahasannya mencakup isu mengenai Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan pemerintahan Prabowo.

Dalam konteks tersebut, Mahfud menyinggung munculnya pembicaraan mengenai kemungkinan makar. Ia merujuk pada dugaan bahwa hasil akhir penyadapan mengalir hingga ke Solo.

Meski menyampaikan analisis tersebut, Mahfud tidak menyebutnya sebagai kesimpulan hukum yang telah terbukti. Ia menyatakan dugaan itu perlu diuji melalui proses peradilan.

“Iya, itu analisis. Tapi analisis ini didukung oleh fakta. Ini analisis, nanti kita buktikan di pengadilan,” ujarnya.

Mahfud Minta Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Transparan, Ungkap Kabar Enam Polisi Diamankan

Mahfud juga menyebut penyadapan yang diduga terjadi tidak hanya menyasar Prabowo. Berdasarkan informasi yang ia sampaikan, sejumlah kelompok dan tokoh lain turut menjadi target.

Target yang disebut meliputi pejabat negara, ketua umum partai politik, tokoh politik, serta tokoh masyarakat. Ia juga memasukkan media dan lembaga swadaya masyarakat dalam daftar tersebut.

Mahfud berpandangan, pengusutan perkara perlu dilakukan secara menyeluruh. Langkah itu, menurutnya, penting untuk mengetahui pihak yang terlibat dalam dugaan penyadapan.

Pemeriksaan juga perlu menelusuri siapa yang diduga menerima hasil penyadapan dan bagaimana informasi itu dimanfaatkan. Pernyataan tersebut tetap merupakan pandangan Mahfud mengenai perkara yang perlu dibuktikan.

Ia kembali menyinggung kemungkinan kaitan penyadapan ilegal terhadap Prabowo dengan makar. Mahfud mempertanyakan alasan penyadapan terhadap seorang presiden jika bukan untuk tujuan tersebut.

Mahfud Minta Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Serius, Singgung Ancaman Makar

“Memang masuk akal, untuk apa menyadap presiden kalau bukan tujuan untuk makar,” kata Mahfud.

Pernyataan itu menggambarkan analisis Mahfud, bukan penetapan bahwa makar telah terjadi. Ia menyatakan pembuktian dugaan tersebut harus dilakukan di pengadilan.

Sobat pembaca, penting membedakan antara dugaan yang disampaikan narasumber dan fakta yang sudah dipastikan melalui proses hukum. Dalam keterangannya, Mahfud sendiri menyebut analisis tersebut perlu dibuktikan.

Informasi yang disampaikan Mahfud mencakup dugaan aliran hasil penyadapan ke Solo, kemungkinan tujuan mengganggu pemerintahan, serta sejumlah kelompok yang disebut menjadi sasaran.

Ia juga meminta penyelidikan menelusuri orang-orang yang diduga terlibat, termasuk pihak penerima dan pengguna informasi. Tidak ada identitas penerima yang disebut dalam keterangan tersebut.

Ringkasan informasi: Mahfud MD menyampaikan dugaan hasil penyadapan Prabowo sampai ke Solo. Ia menyebut sejumlah tokoh dan kelompok diduga turut menjadi target.

Mahfud menilai dugaan motif makar perlu diuji melalui proses hukum. Ia menyatakan bahwa pembuktian perkara tersebut nantinya dilakukan di pengadilan.

×
×