Safrizal ZA menerima penghargaan Innovative Public Official Leader dalam ajang Inovasi Membangun Negeri 2026 yang diselenggarakan tvOne.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri itu juga menjabat Kepala Pos Komando Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
Penghargaan diberikan dalam kategori Kepemimpinan Kolaboratif dalam Masa Kritis. Pemberiannya disiarkan langsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Apresiasi tersebut menyoroti peran Safrizal dalam memperkuat koordinasi lintas sektor serta membangun sinergi pemerintah pusat dan daerah.
Kontribusi itu juga berkaitan dengan upaya mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Aceh.
Saat bertugas sebagai Kaposko Wilayah Satgas PRR, Safrizal mengedepankan kerja bersama dengan berbagai unsur.
Pihak yang dilibatkan meliputi kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.
Pendekatan tersebut diarahkan agar pemulihan berlangsung terkoordinasi dan responsif terhadap kebutuhan warga yang terdampak bencana.
Safrizal menyampaikan bahwa penghargaan itu bukan pencapaian pribadinya. Ia mendedikasikannya kepada pihak-pihak yang bekerja bersama mempercepat pemulihan.
Dalam keterangannya kepada awak media pada Minggu, 1 November 2026, ia menekankan pentingnya kolaborasi saat menghadapi situasi kritis.
Ia menyebut tidak ada satu institusi yang dapat bekerja sendiri dalam keadaan tersebut. Solusi dan pemulihan, menurutnya, membutuhkan kerja bersama.
Penanganan setelah bencana, kata Safrizal, menghadirkan tantangan yang tidak sederhana. Ketersediaan sumber daya menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Selain itu, berbagai kepentingan perlu disatukan, keputusan harus dipercepat, dan program perlu memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Safrizal juga menekankan bahwa koordinasi formal saja tidak cukup ketika warga menghadapi situasi sulit.
Menurut dia, masyarakat membutuhkan keputusan cepat, kerja yang terintegrasi, serta hasil yang benar-benar dapat dirasakan.
Ia menggambarkan kepemimpinan dalam masa kritis sebagai kemampuan menyatukan kekuatan yang beragam demi mencapai tujuan bersama.
Melalui Satgas PRR, sejumlah langkah strategis terus dijalankan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh.
Langkah tersebut mencakup penyelarasan program rehabilitasi dan rekonstruksi serta pemetaan kebutuhan daerah yang menjadi prioritas.
Satgas PRR juga menangani berbagai hambatan pelaksanaan dan mendorong percepatan realisasi dukungan pendanaan.
Penghargaan itu diberikan di tengah upaya pemulihan yang melibatkan pemerintah dan berbagai unsur lain, termasuk masyarakat serta relawan.
Safrizal kembali menempatkan kerja kolektif sebagai inti dari upaya pemulihan. Ia menyebut kolaborasi menjadi kunci menghadirkan solusi bersama.

