taik

IHSG Turun ke 5.057, MEDC hingga GGRM Masuk Daftar Rekomendasi Beli

IHSG Turun ke 5.057, MEDC hingga GGRM Masuk Daftar Rekomendasi Beli

Pasar saham Indonesia mengakhiri perdagangan Jumat dengan koreksi. Di tengah tekanan indeks, empat saham disebut masuk rekomendasi beli.

IHSG turun 41,01 poin atau 0,80 persen, lalu ditutup pada level 5.057,05. Penurunan ini berlangsung dua hari beruntun.

Indeks saham unggulan LQ45 juga melemah. Indeks berisi 45 saham berlikuiditas dan berkapitalisasi pasar besar itu turun 0,12 poin.

Penurunan LQ45 setara 0,023 persen, sehingga indeks tersebut berada di posisi 515,17 pada akhir perdagangan.

Data BRI Danareksa Sekuritas menunjukkan tekanan jual masih dominan. Sebanyak 552 saham tercatat melemah, meski pasar sempat pulih menjelang penutupan.

Gempa Tanimbar Terasa di Saumlaki, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Sentimen domestik turut tertekan oleh nilai tukar rupiah dan ketidakpastian status Indonesia dalam evaluasi MSCI.

“Rupiah yang masih berada di kisaran Rp 18.120–18.150 per dolar AS serta ketidakpastian status Indonesia dalam evaluasi MSCI turut membayangi sentimen domestik,” tulis BRI Danareksa Sekuritas pada Senin, 2 November 2026.

Untuk perdagangan Senin, pelaku pasar diperkirakan mencermati penerapan kebijakan baru Bursa Efek Indonesia mulai 2 November.

Kebijakan itu mengecualikan 81 saham dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG.

Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan transparansi indeks. Sobat investor juga perlu mencermati sejumlah rilis ekonomi domestik.

Empat Orang Diamankan dalam Penggerebekan di Kampung Bahari

Data yang menjadi perhatian mencakup inflasi Oktober, aktivitas manufaktur, neraca perdagangan, pertumbuhan ekonomi kuartal III, serta cadangan devisa.

Dari sisi teknikal, IHSG masih berada dalam tren bearish. Indeks berpotensi menguji area support pada rentang 5.026 hingga 4.942.

Candle terakhir memperlihatkan respons beli saat IHSG berada di bawah level 5.000. Namun, indikator MACD masih menunjukkan kondisi negatif.

Garis MACD berada di bawah signal line. Kondisi tersebut menjadi bagian dari gambaran teknikal yang dipantau dalam analisis pasar.

Sentimen global juga berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dan arus modal asing. Salah satu perhatian adalah arah kebijakan The Fed.

Safrizal ZA Persembahkan Penghargaan tvOne 2026 untuk Kolaborasi Pemulihan Aceh

Pelaku pasar turut mengamati perkembangan harga minyak dan tensi geopolitik. BRI Danareksa Sekuritas menyebut faktor-faktor itu dapat memengaruhi pasar.

“Dari global, arah kebijakan The Fed pasca-keputusan suku bunga terakhir serta perkembangan harga minyak dan tensi geopolitik tetap menjadi faktor yang dapat memengaruhi rupiah dan arus modal asing,” tulis BRI Danareksa Sekuritas.

Di tengah kondisi pasar tersebut, ringkasan artikel mencantumkan empat saham dalam rekomendasi buy, yakni MEDC, ELSA, DSSA, dan GGRG.

Keempat kode saham itu adalah pilihan yang disebut dalam ringkasan rekomendasi. Informasi yang tersedia tidak merinci target harga maupun alasan teknikal setiap saham.

Gambaran perdagangan: IHSG ditutup 5.057,05, LQ45 berada di 515,17, dan 552 saham melemah berdasarkan data BRI Danareksa Sekuritas.

Faktor yang dicermati: kebijakan BEI terkait 81 saham HSC, sejumlah data ekonomi domestik, arah The Fed, harga minyak, serta tensi geopolitik.

Dengan berbagai sentimen tersebut, pasar masih menghadapi tekanan sekaligus sejumlah agenda ekonomi. Pergerakan indeks dan saham rekomendasi tetap perlu dicermati investor.

×
×