News

Hashim Sebut Pajak Digital Mulai 9 November 2026, Bank dan Platform E-commerce Ikut Memungut

Hashim Sebut Pajak Digital Mulai 9 November 2026, Bank dan Platform E-commerce Ikut Memungut

Ucapan Hashim Djojohadikusumo tentang pemungutan pajak digital menjadi sorotan setelah pidatonya dalam forum Kadin ramai beredar di media sosial.

Dalam Rapat Pimpinan Nasional pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Hashim menyebut kebijakan itu mulai berlaku pada 9 November 2026.

Hashim, yang menjabat Ketua Dewan Penasehat Kadin Indonesia, mengatakan sejumlah bank, perusahaan teknologi finansial, dan platform e-commerce akan ikut memungut pajak.

Pihak yang disebutnya mencakup bank pemerintah, bank swasta, perusahaan fintech, serta platform seperti Shopee, Lazada, dan GOTO.

“Yang namanya digital taxation, pajak digital, ini akan segera dilaksanakan tanggal 9 November. Semua bank pemerintah, bank swasta, dan semua fintech, termasuk Shopee, Lazada, GOTO, dan sebagainya harus-harus ikut pungut dan harus setor pajak yang selama ini tidak dipungut,” kata Hashim.

BSU 2026 Belum Dijadwalkan Cair, Bantuan Direncanakan Rp900 Ribu untuk Tiga Bulan

Pernyataan tersebut menempatkan pelaku layanan keuangan dan perdagangan digital sebagai pihak yang, menurut Hashim, perlu memungut serta menyetorkan pajak.

Bagi sobat yang ingin mengenal sosok di balik pernyataan itu, Hashim merupakan putra ekonom Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Sigar.

Ayah Hashim dikenal sebagai begawan ekonomi Indonesia. Hashim juga merupakan adik Prabowo Subianto, yang menjabat Presiden Republik Indonesia.

Riwayat pendidikan Hashim berlangsung di beberapa negara. Ia bersekolah dasar di Jakarta, kemudian melanjutkan pendidikan menengah di luar negeri.

Hashim menempuh pendidikan tingkat SMP di London, lalu bersekolah SMA di Singapura sebelum melanjutkan kuliah di Amerika Serikat.

TNI AL Siagakan 20.980 Prajurit untuk Pengamanan Jakarta, Puspen Sebut Kesiapsiagaan Rutin

Setelah lulus SMA, ia kuliah di Pmonoa College, Claremont University, California. Bidang studi yang diambilnya adalah Ilmu Politik dan Ekonomi.

Dalam perjalanan karier, Hashim pernah bekerja sebagai analis keuangan di sebuah bank investasi Prancis.

Ia kemudian menjabat direktur di Indo Consult, perusahaan milik ayahnya. Informasi yang tersedia menyebutkan dua pengalaman tersebut dalam riwayat kariernya.

Pernyataan Hashim mengenai pajak digital menjadi perhatian publik karena menyebut tanggal pelaksanaan dan kelompok usaha yang terlibat.

Namun, dalam pidatonya, ia menyampaikan rencana pemungutan pajak itu sebagai kebijakan yang akan segera dijalankan pemerintah.

Mahfud Nilai Dugaan Penyadapan Presiden Lebih Serius dari Kasus Sambo

Nama perusahaan yang disebut secara langsung meliputi Shopee, Lazada, dan GOTO. Hashim juga menyebut bank pemerintah, bank swasta, serta fintech.

Dengan demikian, isi pidato tersebut mencakup beragam pelaku di sektor keuangan dan layanan digital, bukan hanya platform e-commerce.

Sementara itu, latar belakang Hashim mencakup pengalaman pendidikan di Jakarta, London, Singapura, dan California, serta pekerjaan di bidang keuangan dan konsultasi.

Informasi profil dan rekam jejak tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap sosok Hashim setelah pidatonya menyebar di media sosial.

×
×