taik

Selamat Ginting Sebut Sejumlah Nama Petinggi Polri dalam Klaim Dugaan Penyadapan

Selamat Ginting Sebut Sejumlah Nama Petinggi Polri dalam Klaim Dugaan Penyadapan

Akademisi dan pengamat Selamat Ginting menyebut sejumlah nama pejabat Polri saat membahas dugaan penyadapan dalam sebuah podcast.

Pernyataan tersebut merupakan keterangan Ginting, sementara materi sumber tidak mencantumkan konfirmasi dari pihak-pihak yang disebut dalam dugaan itu.

Ginting, yang berkiprah sebagai pengamat politik, militer, dan komunikasi Universitas Nasional Jakarta, mengaitkan awal perkara dengan penangkapan Irjen Polisi Ahrie Nasution.

Menurut dia, penangkapan itu kemudian mengungkap dugaan adanya perintah dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Setelah dilakukan penangkapan, terungkap bahwa yang melakukan perintah adalah Jenderal Listyo Sigit Prabowo,” terang Ginting.

Prabowo Terima Laporan Dugaan Penyadapan, Kapolri Diminta Ikuti Prosedur Hukum

Ginting juga menyebut alat penyadap lain masih beroperasi di rumah Irjen Polisi Slamet Uliandi dan Brigjen Polisi Eko Hadi Santoso.

Ia mengatakan ada tiga alat penyadap yang semestinya ditempatkan di Mabes Polri, tetapi kemudian dipindahkan setelah Listyo tak lagi menjabat Kapolri.

Dalam keterangannya, Ginting menghubungkan perangkat-perangkat tersebut dengan dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pihak lainnya.

Ia turut menyebut adanya dugaan penyadapan terhadap tokoh partai politik, termasuk Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

Ginting menyatakan belasan petinggi Polri diduga terseret dalam persoalan ini, tetapi klaim tersebut dalam sumber berasal dari keterangannya.

Alur Dugaan Penyadapan: Nomor Telepon Masuk LIMS, Tiga Perwira Tinggi Ditahan

Daftar nama yang disampaikan mencakup Komjen Polisi Suhardianto, Komjen Polisi Yuda Gustawan, dan Komjen Polisi Asep Edi Suheri.

Nama lain yang disebut adalah Irjen Polisi Eko Hadi Santoso, Irjen Polisi Dedi Murti, serta Irjen Polisi MT Jokusumo.

Ginting juga menyebut Irjen Polisi Nunung Saifudin, Irjen Polisi Ribut Hari Wibowo, dan Irjen Polisi Abdul Karim dalam daftar tersebut.

Berikutnya, ia menyebut Irjen Polisi Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Polisi Slamet Uliandi sebagai nama yang diduga berkaitan dengan perkara.

Sumber juga menyebut Ahrie Nasution sebagai sosok yang penangkapannya dikaitkan Ginting dengan awal terungkapnya dugaan tersebut.

Istana Desak Pengusutan Objektif Dugaan Penyadapan terhadap Prabowo

Daftar itu disampaikan sebagai nama-nama yang menurut Ginting diduga terlibat atau sedang menjalani pemeriksaan terkait perkara penyadapan.

Namun, materi sumber tidak menjelaskan tahapan pemeriksaan masing-masing pejabat maupun hasil pemeriksaan terhadap nama-nama yang disebutkan.

Ginting mengatakan keberadaan alat penyadap pernah menjadi persoalan yang disoroti sejumlah pihak beberapa tahun sebelumnya.

Menurut dia, pihak-pihak tersebut meminta Polri bersikap terbuka mengenai perangkat penyadap, dan ia menilai persoalan itu kini terbukti.

“Alat-alat ini ditemukan di rumah Jenderal-Jenderal ini dan operatornya adalah perwira menengah,” tambahnya.

Pernyataan mengenai lokasi perangkat dan operator itu juga disampaikan Ginting dalam podcast, sebagaimana dikutip dalam materi sumber.

Ia menyebut perangkat ditemukan di rumah sejumlah jenderal, sedangkan pengoperasiannya, menurut keterangannya, dilakukan perwira menengah Polri.

Materi yang tersedia tidak merinci jenis perangkat, waktu pemasangan, ataupun cara penyadapan yang dituduhkan dalam keterangan tersebut.

Tidak ada pula penjelasan dalam sumber mengenai bukti teknis, dokumen pendukung, atau hasil penyelidikan resmi atas klaim Ginting.

Karena itu, nama-nama tersebut perlu dipahami sebagai pihak yang disebut dalam dugaan menurut Ginting, bukan kesimpulan mengenai keterlibatan mereka.

Sumber tidak memuat tanggapan dari Listyo Sigit Prabowo, para pejabat yang disebut, maupun institusi Polri atas pernyataan tersebut.

Pada bagian lain, Ginting kembali menyebut Ahrie Sonta Nasution sebagai salah satu nama yang tertangkap dalam perkara itu.

Keterangan tersebut muncul setelah ia menguraikan dugaan keberadaan tiga perangkat penyadap dan nama sejumlah pejabat Polri.

Ringkasan klaim Ginting: tiga alat penyadap disebut berada di beberapa rumah, sementara belasan pejabat dikaitkan dengan dugaan perkara.

Ia juga mengaitkan dugaan penyadapan dengan Presiden Prabowo Subianto, tokoh partai politik, dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Seluruh informasi tersebut bersumber pada penjelasan Ginting dalam podcast, sebagaimana dirangkum oleh artikel sumber yang diberikan.

Keterangan itu belum dilengkapi tanggapan pihak yang disebut ataupun uraian lebih lanjut mengenai proses pemeriksaan dan hasilnya.

×
×