taik

Dahnil Anzar Serukan Pembersihan Hukum Usai Penahanan Tiga Perwira Polri

Dahnil Anzar Serukan Pembersihan Hukum Usai Penahanan Tiga Perwira Polri

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyerukan pembenahan hukum setelah tiga perwira tinggi Polri ditahan terkait dugaan penyadapan ilegal.

Dahnil menyampaikan pernyataannya melalui akun media sosial X pada Selasa, 3 November 2026. Ia menyinggung pihak yang dianggapnya mengacaukan hukum.

Dalam unggahannya, Dahnil juga menuding ada oknum yang bekerja untuk kepentingan oligarki. Ia menyerukan pembersihan dalam pemerintahan.

“Kalian terlalu lama mengobrak-abrik hukum, dan bekerja untuk oligarki,” tulis Dahnil dalam unggahan tersebut.

Ia kemudian menyebut Presiden Prabowo Subianto ingin melakukan perubahan besar-besaran dan pembersihan radikal. Menurutnya, pihak yang disinggung tidak menunjukkan kemauan untuk berbenah.

Banjir Susulan Hambat Pemulihan, Tito Tinjau Tanggul di Pidie Jaya

“Ketika Presiden @prabowo ingin melakukan perubahan besar-besaran. Bersih-bersih radikal, kalian tak menunjukkan sikap mau berbenah. Tapi kalian justru melakukan cipta kondisi melawan. Bersih bersih bersih,” tulisnya.

Dahnil menilai situasi saat ini menjadi momentum untuk membersihkan pemerintahan. “Sekarang waktunya bersih-bersih,” ujarnya.

Ia juga menyatakan bahwa hukum di era pemerintahan Prabowo lebih tegas dan pemerintah tidak gentar menghadapi mafia kuat.

“Era Presiden @prabowo. Era dimana hukum tajam ke atas. Tegas kepada oligarki. Mulai Reza Chalid sampai Mantan Kapolri LSP,” tulis Dahnil.

Dalam pernyataannya, Dahnil menyebut Reza Chalid dan mantan Kapolri berinisial LSP sebagai contoh pihak yang ia singgung.

PDIP Dorong Pengusutan Dugaan Penyadapan Ilegal hingga Tuntas

×
×