taik

Usulan untuk Udin Dibuka, Kemensos Jelaskan Tahapan Gelar Pahlawan Nasional

Usulan untuk Udin Dibuka, Kemensos Jelaskan Tahapan Gelar Pahlawan Nasional

Kementerian Sosial menyambut baik usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Fuad Muhammad Syafruddin, wartawan yang lebih dikenal dengan nama Udin.

Usulan itu datang dari Persatuan Wartawan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia menjelang Hari Pahlawan.

Peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2026 menjadi momentum bagi kedua organisasi tersebut untuk menyampaikan usulan penghargaan bagi Udin.

Bagi pengusul, pengajuan ini merupakan cara menghormati perjuangan Udin, yang semasa hidup dikenal giat mengungkap kasus korupsi dan ketimpangan sosial.

Wakil Ketua Umum IJTI, Wahyu Triyogo, mengatakan gelar pahlawan nasional diharapkan menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan Udin menjalankan profesinya.

Diskon Tiket Bakauheni Nataru Berlaku Mulai 22 Desember, Ini Besaran Potongannya

Ia menjelaskan bahwa Udin dipandang sebagai lambang perjuangan jurnalis pada masanya. Pandangan itu menjadi dasar perhatian IJTI terhadap usulan tersebut.

Wahyu menyampaikan keterangan itu di kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, pada Selasa, 3 November 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Wahyu menuturkan bahwa IJTI mengajukan nama Udin sebagai calon pahlawan nasional melalui Kementerian Sosial.

“Kenapa usulan ini kita sampaikan? Karena beliau menjadi simbol perjuangan jurnalis di era itu,” kata Wahyu.

Ia menambahkan bahwa pandangan tersebut menjadi alasan IJTI mengusulkan Fuad Muhammad Syafruddin untuk menerima gelar pahlawan nasional.

Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka dalam Dugaan Penyadapan Ilegal melalui Sistem LIMS

Wahyu juga berharap kisah perjuangan Udin dapat menjadi inspirasi bagi jurnalis. Ia menyebut Udin sebagai simbol perlawanan dan perjuangan.

“Mudah-mudahan, ini bisa memberikan nyala api di dalam diri kita sebagai jurnalis,” ujar Wahyu saat menjelaskan harapannya.

Menurut Wahyu, penghormatan terhadap Udin diharapkan meneguhkan semangat para jurnalis dalam menjalankan profesi mereka.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyambut baik usulan dari kalangan jurnalis tersebut.

Gus Ipul menilai pengajuan itu menunjukkan kekompakan masyarakat, terutama pihak-pihak yang bergerak di bidang jurnalistik.

Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka dalam Dugaan Penyadapan Nomor Presiden

Ia mengingatkan bahwa pengusulan gelar pahlawan nasional memang perlu berasal dari masyarakat, bukan hanya satu pihak.

“Memang yang harus mengusulkan adalah masyarakat,” ujar Gus Ipul, menyambut kolaborasi berbagai pihak dalam mengajukan nama Udin.

Menurutnya, keterlibatan sejumlah pihak menjadi hal positif dalam proses pengusulan gelar pahlawan nasional bagi Udin.

Gus Ipul menyatakan pengajuan dapat diteruskan ke Dewan Gelar apabila persyaratan yang berlaku telah dipenuhi.

Dengan demikian, dukungan terhadap usulan belum otomatis berarti gelar diberikan. Prosesnya tetap bergantung pada pemenuhan syarat.

Tahapan yang dijelaskan dimulai dari Dinas Sosial di tingkat kabupaten atau kota sebelum pengajuan diserahkan ke Dewan Gelar.

Setelah melalui Dewan Gelar, proses berikutnya berlanjut kepada Presiden. Artikel ini tidak merinci tahapan pemeriksaan atau keputusan selanjutnya.

Urutan tersebut menjelaskan jalur pengajuan yang disampaikan Gus Ipul, mulai dari lingkungan pemerintah daerah hingga tingkat Presiden.

Infografik ringkas: Pengusul PWI DIY dan IJTI; calon Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin; jalur awal Dinas Sosial kabupaten atau kota.

Berikutnya, usulan diserahkan kepada Dewan Gelar, lalu diteruskan kepada Presiden. Pengajuan dapat berlanjut jika persyaratannya terpenuhi.

Bagi sobat yang mengikuti kabar ini, inti perkembangannya adalah dukungan Kemensos terhadap usulan, bukan penetapan gelar pahlawan nasional.

PWI DIY dan IJTI mengajukan nama Udin dengan alasan perjuangannya sebagai jurnalis dan kiprahnya mengungkap persoalan sosial.

Udin dikenal gigih membongkar kasus-kasus korupsi serta ketimpangan sosial semasa hidupnya. Hal itu disebut sebagai bagian dari pertimbangan pengusul.

Wahyu menekankan makna simbolis Udin bagi jurnalis. Harapan tersebut menjadi salah satu alasan IJTI menyampaikan pengajuan melalui Kemensos.

Sementara itu, respons Gus Ipul menyoroti peran masyarakat dalam mengusulkan calon penerima gelar pahlawan nasional.

Ia juga menyebut kerja bersama berbagai pihak sebagai langkah baik untuk membawa nama Udin ke proses berikutnya.

Namun, penerimaan positif dari Kemensos tidak menghapus tahapan pengajuan. Usulan tetap perlu melewati jalur yang telah dijelaskan.

Bila syarat terpenuhi, usulan dapat diteruskan ke Dewan Gelar. Tahapan selanjutnya adalah penyampaian kepada Presiden.

Pengajuan ini disampaikan menjelang Hari Pahlawan 2026. Kedua organisasi berharap penghormatan terhadap Udin memberi inspirasi bagi kalangan jurnalis.

Wahyu berharap semangat Udin dapat terus menyala dalam diri jurnalis. Ia menggambarkan sosok tersebut sebagai simbol perjuangan dan perlawanan.

Melalui pengajuan ini, PWI DIY dan IJTI mendorong pengakuan atas perjuangan Udin melalui mekanisme gelar pahlawan nasional.

Prosesnya masih mengikuti tahapan yang disampaikan pemerintah. Penentuan gelar tidak disebut telah dilakukan dalam keterangan tersebut.

Karena itu, perkembangan utama saat ini adalah sambutan baik Kemensos dan penjelasan mengenai alur pengajuan calon pahlawan nasional.

Udin, atau Fuad Muhammad Syafruddin, menjadi nama yang diajukan oleh organisasi wartawan dengan dukungan kolaborasi masyarakat.

Bagi sobat pembaca, hal penting yang perlu dicatat ialah usulan masih melalui proses, sementara gelar baru dapat diajukan ke tahap berikutnya setelah persyaratan terpenuhi.

×
×