News

PHE Kenalkan Industri Hulu Migas dan Kompetensi Karier kepada Mahasiswa Universitas Pertamina

PHE Kenalkan Industri Hulu Migas dan Kompetensi Karier kepada Mahasiswa Universitas Pertamina

PT Pertamina Hulu Energi mengajak mahasiswa Universitas Pertamina mengenal industri hulu minyak dan gas bumi serta peluang kariernya.

Pengenalan itu berlangsung melalui Upstream Youth Champs 2026 di Universitas Pertamina, Jakarta, pada Jumat, 6 November 2026.

Kegiatan bertema “Menggali Potensi, Menggerakkan Energi” tersebut menjadi ruang belajar interaktif tentang kegiatan operasional dan pengembangan karier sektor hulu migas.

Program ini mengangkat kebutuhan energi nasional, termasuk pentingnya teknologi, inovasi, dan sumber daya manusia yang siap menghadapi dinamika industri.

Bagi sobat yang sedang menempuh pendidikan tinggi, kegiatan tersebut memberikan gambaran tentang tahapan kerja dan tantangan di sektor energi.

Di Tengah Tantangan Bangsa, Surya Paloh Serukan Persatuan Kepentingan

Mahasiswa diperkenalkan pada proses eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak serta gas bumi dalam kegiatan hulu migas.

Mereka juga mendapat penjelasan mengenai tantangan industri dalam mempertahankan produksi sekaligus mendukung keberlanjutan pasokan energi nasional.

PHE, sebagai Subholding Upstream Pertamina, menjalankan kegiatan eksplorasi, pengembangan, dan produksi migas dengan dukungan teknologi serta inovasi.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan ialah Chemical Enhanced Oil Recovery, atau CEOR, untuk mengoptimalkan produksi lapangan minyak yang telah beroperasi.

Angka yang disampaikan dalam kegiatan itu menunjukkan cakupan peran PHE di antara wilayah kerja operator migas Indonesia.

Surya Paloh Tak Risau Namanya Disebut dalam Dugaan Penyadapan Ilegal

Ringkasan peran PHE:
Wilayah kerja operator migas di Indonesia: sekitar 27 persen
Lifting minyak domestik: sekitar 65 persen
Lifting gas domestik: sekitar 35 persen

Cakupan tersebut memperlihatkan keterlibatan PHE dalam kegiatan hulu migas dan kontribusinya terhadap lifting minyak serta gas domestik.

Peran itu, menurut materi kegiatan, berkaitan dengan pentingnya penguasaan teknologi dan ketersediaan tenaga profesional untuk mendukung operasional.

Pengenalan industri kepada mahasiswa menjadi bagian dari upaya menyiapkan calon tenaga kerja yang memahami kebutuhan sektor energi.

Dalam sesi edukasi, peserta memperoleh penjelasan tentang perkembangan hulu migas, tantangan operasional, serta kompetensi yang diperlukan untuk mendukung kegiatan industri.

Verifikasi KJP Plus dan KJMU Tetapkan 29.154 Penerima Baru di Jakarta

Upstream Champion Tegar Jaya Saka Buana turut berbagi pengalaman dan perspektif mengenai lingkungan kerja di industri hulu migas.

Ia membahas penerapan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi beragam persoalan yang muncul di sektor energi.

Cerita mengenai lingkungan kerja itu melengkapi paparan tentang proses operasional dan peluang pengembangan karier yang menjadi fokus program.

Dari sisi akademik, Dekan Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi Universitas Pertamina, Harya Dwi Nugraha, Ph.D. (DIC), menyampaikan pandangannya.

Menurut Harya, industri energi memerlukan tenaga kerja yang menguasai bidang keilmuan sekaligus mampu bekerja bersama keahlian lintas disiplin.

Dalam industri hulu migas, keputusan operasional perlu mempertimbangkan aspek teknis, bisnis, dan lingkungan secara bersamaan.

Pertimbangan tersebut menunjukkan bahwa persoalan industri tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu teknis sesuai bidang masing-masing.

Kemampuan memahami beragam aspek itu, menurut Harya, perlu mulai dikembangkan mahasiswa selama menjalani pendidikan tinggi.

Ia menyebut perkuliahan, praktik laboratorium, kunjungan industri, dan program magang sebagai cara mengembangkan kompetensi tersebut.

“Industri energi membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai bidang keilmuannya, tetapi juga mampu bekerja lintas disiplin dan memahami berbagai aspek dalam pengambilan keputusan. Di industri hulu migas, misalnya, pertimbangan teknis, bisnis, dan lingkungan perlu berjalan beriringan. Karena itu, mahasiswa perlu mulai mengembangkan kemampuan tersebut sejak di bangku kuliah, baik melalui pembelajaran, pengalaman di laboratorium, kunjungan industri, maupun program magang,” ujar Harya.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya pengalaman belajar yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan dan pertimbangan dalam industri energi.

Bagi mahasiswa, wawasan lintas disiplin dapat menjadi bekal memahami bagaimana aspek teknis, bisnis, dan lingkungan hadir dalam keputusan operasional.

Upstream Youth Champs 2026 mempertemukan materi mengenai teknologi, operasional, kompetensi, dan pengalaman kerja dalam satu kegiatan edukasi.

Melalui sesi itu, peserta dapat mengenali gambaran industri hulu migas serta ragam kemampuan yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatannya.

PHE juga memperkenalkan CEOR sebagai contoh penerapan teknologi untuk mengoptimalkan produksi dari lapangan minyak yang sudah beroperasi.

Sementara itu, paparan mengenai eksplorasi, pengembangan, dan produksi memberi konteks tahapan kegiatan dalam industri hulu migas.

Kombinasi penjelasan tersebut membuat mahasiswa memperoleh gambaran sektor energi dari sisi operasional dan kebutuhan tenaga kerja.

Kegiatan di Universitas Pertamina ini menghubungkan pengenalan industri dengan dorongan membangun kompetensi selama masa pendidikan.

Bagi sobat yang tertarik pada sektor energi, materi program mencakup peluang karier, tantangan operasional, dan pengembangan kemampuan lintas disiplin.

Semua pembahasan itu berangkat dari kebutuhan menyiapkan sumber daya manusia untuk industri hulu migas dan pasokan energi nasional.

×
×