News

IMPKA Resmi Berdiri, Pemuda Kalai Anim Satukan Pendidikan dan Perjuangan Adat

IMPKA Resmi Berdiri, Pemuda Kalai Anim Satukan Pendidikan dan Perjuangan Adat

Mahasiswa dan pelajar Kalai Anim dari Wanam Wogikel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mendeklarasikan Ikatan Mahasiswa Pelajar Kalai Anim (IMPKA).

Pembentukan organisasi ini diarahkan untuk memperkuat persatuan, mengembangkan kapasitas intelektual, menjaga identitas, serta memperjuangkan hak masyarakat adat.

Deklarasi berlangsung di Honai Patung Hati Kudus Yesus, Merauke, pada Sabtu, 7 November 2026, dengan kehadiran mahasiswa dan pelajar.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta menyampaikan lima ikrar bersama yang akan menjadi pedoman IMPKA dalam menjalankan perjuangannya.

Lewat ikrar itu, organisasi menyatakan komitmen berpegang pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sekaligus menjaga keutuhan NKRI.

Tangsel Siapkan 70 Venue dan Ruang bagi UMKM untuk Porprov Banten 2026

IMPKA juga ingin mempererat persaudaraan dan solidaritas generasi muda Kalai Anim tanpa membedakan latar belakang masing-masing.

Persatuan dipandang sebagai modal untuk menghadapi berbagai persoalan bersama sekaligus mendorong kemajuan masyarakat Kalai Anim.

Perlindungan masyarakat adat menjadi perhatian penting dalam deklarasi, bersama upaya menjaga kehormatan, identitas, dan warisan budaya Kalai Anim.

Salah satu ikrar menyebut tekad untuk, “Menjaga martabat, identitas, nilai-nilai budaya, serta memperjuangkan hak-hak masyarakat adat Kalai Anim.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pelestarian budaya dan perlindungan hak masyarakat adat menjadi bagian dari peran generasi muda.

Kemenhub Siapkan 70 Bus untuk Mudik Gratis Nataru 2026, Delapan Tujuan Sudah Disebut

IMPKA diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa dan pelajar untuk membangun kesadaran bersama serta menyampaikan aspirasi mereka.

Organisasi ini juga diharapkan mendorong keterlibatan masyarakat adat dalam proses pembangunan yang berdampak terhadap kehidupan mereka.

Ketua IMPKA, Emanuel Talpia Yolmen, mengingatkan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab besar sebagai penggerak perubahan di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pendidikan seharusnya tidak dipandang sebatas cara memperoleh gelar akademik atau mengejar jabatan.

Menurut Emanuel, ilmu pengetahuan perlu memberikan manfaat dan menjadi sarana untuk menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat.

Dekranasda Bekasi Dekatkan Pembinaan UMKM ke Tingkat Kecamatan

“Jangan kita memandang pendidikan untuk mengejar sebuah gelar atau sebuah jabatan,” tegas Emanuel dalam sambutannya.

Ia mengajak mahasiswa dan pelajar Kalai Anim menggunakan kesempatan belajar untuk mengembangkan kemampuan yang dapat diterapkan secara langsung.

Pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan diharapkan menjadi bekal untuk membantu masyarakat dan menjawab kebutuhan kampung halaman.

Pesan tersebut menempatkan pendidikan bukan hanya sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga sebagai bekal untuk pengabdian.

Emanuel turut mengingatkan pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, tentang kekuatan sepuluh pemuda yang mampu mengguncang dunia.

Ia menilai perubahan tidak hanya bergantung pada banyaknya orang yang terlibat dalam suatu gerakan atau perjuangan.

Keberanian, kekompakan, dan kesungguhan generasi muda dalam bertindak juga disebut penting untuk mewujudkan perubahan.

Dengan semangat itu, Emanuel berharap IMPKA dapat menggabungkan penguatan intelektual, pembentukan kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

Harapan tersebut sejalan dengan tujuan organisasi untuk memperkuat kapasitas generasi muda sekaligus menjaga identitas Kalai Anim.

Ringkasan deklarasi: Organisasi yang dibentuk adalah IMPKA, dengan perhatian pada persatuan, pendidikan, budaya, dan hak masyarakat adat.

Lokasi deklarasi berada di Honai Patung Hati Kudus Yesus, Merauke, sementara tanggal pelaksanaannya adalah 7 November 2026.

Ikrar organisasi mencakup komitmen pada Pancasila, UUD 1945, keutuhan NKRI, solidaritas pemuda, serta perlindungan masyarakat adat.

Catatan itu merangkum hal-hal yang disampaikan dalam deklarasi, tanpa mengubah lima ikrar menjadi daftar yang berbeda.

Bagi generasi muda Kalai Anim, organisasi ini menjadi wadah untuk menegaskan kebersamaan dan menyuarakan kepedulian terhadap masyarakat.

IMPKA juga menghubungkan perhatian terhadap pendidikan dengan harapan agar pengetahuan dapat berguna bagi lingkungan asal.

Dorongan tersebut disampaikan Emanuel saat mengajak mahasiswa dan pelajar memanfaatkan kesempatan belajar untuk memperoleh kemampuan yang bermanfaat.

Dalam sambutannya, ia mengaitkan semangat pemuda dengan keberanian, kekompakan, dan kemauan mengambil tindakan untuk perubahan.

Deklarasi ini mempertemukan sejumlah perhatian, mulai dari persatuan generasi muda hingga upaya menjaga budaya dan memperjuangkan hak adat.

Melalui organisasi tersebut, mahasiswa dan pelajar Kalai Anim menyatakan komitmen bersama untuk mengabdi kepada masyarakat dan tanah Papua.

Fokus itu tercermin dalam ikrar yang menempatkan identitas budaya serta hak masyarakat adat sebagai perhatian penting organisasi.

Sementara itu, pesan Emanuel menekankan pendidikan sebagai bekal yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat di kampung halaman.

Keduanya menggambarkan arah IMPKA sebagaimana disampaikan saat deklarasi: menguatkan generasi muda dan mendorong kepedulian sosial.

Dengan berdirinya organisasi ini, mahasiswa dan pelajar Kalai Anim memiliki wadah bersama untuk menjalankan komitmen yang telah mereka nyatakan.

×
×