News

RI-002 dan Pilot Amerika yang Hilang: Pencarian Petit Muharto atas Sahabatnya

RI-002 dan Pilot Amerika yang Hilang: Pencarian Petit Muharto atas Sahabatnya

Menjelang Hari Pahlawan pada 10 November, kisah penerbangan RI-002 kembali dibicarakan dalam sebuah diskusi sejarah di Jakarta.

Acara yang berlangsung di @america pada Kamis (5/11) mengangkat peran sejumlah tokoh yang belum banyak dikenal publik.

Salah satu sosok yang dibahas ialah Petit Muharto Kartodirdjo, penerbang Indonesia dalam berbagai misi berbahaya selama Revolusi Indonesia.

Periode revolusi yang menjadi latar kisah tersebut berlangsung pada 1945–1949, ketika Republik menghadapi perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Diskusi bertajuk Lost Flight RI-002: An American, an Indonesian, and a Flight for Freedom menelusuri perjalanan Petit.

KPK Periksa Pegawai Internal soal Dugaan Kebocoran Dokumen Perkara ATR/BPN

Kisahnya didasarkan pada memoar RI-002: Flying for Our Freedom, yang mencatat pengalaman Petit sebagai penerbang Republik.

Buku itu juga menceritakan persahabatan Petit dengan Bobby Earl Freeberg, mantan pilot Angkatan Laut Amerika Serikat.

Freeberg berasal dari Kansas dan turut membantu perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan, menurut kisah yang diangkat dalam memoar tersebut.

Dalam masa agresi militer Belanda dan pembatasan transportasi, RI-002 menjalankan peran penting sebagai penghubung Republik dengan dunia luar.

Pesawat itu digunakan untuk membawa personel, perbekalan, serta berbagai kebutuhan penting bagi perjuangan Indonesia pada masa tersebut.

DSI Fokus Amankan Data Ekspor, Bukan Menjadi Eksportir

Salah satu penerbangan penting berlangsung pada 17 Oktober 1947, ketika Freeberg menerbangkan RI-002 dalam sebuah operasi.

Penerbangan itu mengantarkan penerjunan pasukan pertama Angkatan Udara Republik Indonesia di Kalimantan, sebuah misi bersejarah.

Namun, perjalanan pesawat tersebut juga menyimpan kehilangan yang hingga kini belum sepenuhnya terjelaskan.

Pada 1 Oktober 1948, RI-002 dilaporkan hilang ketika sedang menjalani penerbangan di wilayah Sumatra.

Freeberg dan sejumlah personel Indonesia berada di dalam pesawat saat penerbangan terakhir tersebut berlangsung.

Kolong Flyover Cipendawa Jadi Ruang Kreatif Warga Bekasi Lewat WALKER

Petit tidak ikut dalam penerbangan itu, tetapi hilangnya pesawat kemudian mendorongnya mencari kabar tentang sahabatnya.

Selama puluhan tahun, ia mengumpulkan informasi dan menelusuri berbagai kemungkinan untuk mengetahui penyebab hilangnya RI-002.

Puing-puing pesawat akhirnya ditemukan beberapa dekade kemudian, tetapi temuan itu belum menjawab seluruh pertanyaan mengenai insiden tersebut.

Penyebab pasti hilangnya pesawat masih menyisakan tanda tanya, meski pencarian dan penelusuran dilakukan dalam waktu panjang.

Diskusi di @america menghadirkan tiga pembicara dengan pengalaman dan sudut pandang berbeda tentang sejarah penerbangan tersebut.

Lala Karmela, penyanyi dan aktris sekaligus cucu Petit, membagikan kaitan keluarganya dengan memoar dan kisah sang kakek.

Pembicara lainnya adalah Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara.

Chappy memiliki pengalaman menerbangkan pesawat C-47 Dakota, sementara Asep Kambali hadir sebagai sejarawan dan pendiri Komunitas Historia Indonesia.

Ketiganya membahas RI-002 dari sisi keluarga, dunia penerbangan, serta sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Pembahasan juga mengangkat pengalaman manusia di balik misi penerbangan, bukan hanya rangkaian operasi pada masa revolusi.

Bagi Lala, membaca memoar Petit memberinya pemahaman baru tentang sejarah Indonesia dan orang-orang yang mengalaminya secara langsung.

Menurutnya, kisah dalam buku membuat peristiwa yang dipelajari di sekolah terasa lebih dekat dan mudah dipahami.

“Sejarah bukan hanya soal mengetahui apa yang terjadi, tetapi juga memahami mengapa hal itu terjadi. Dan terkadang, untuk memahaminya, kita membutuhkan sebuah cerita,” ujar Lala Karmela dalam pernyataannya yang diterjemahkan dari bahasa Inggris.

Lala juga mengagumi keberanian Petit yang saat itu masih berusia sekitar 20-an tahun dan menjalankan misi berisiko.

Ia menilai keberanian sang kakek tampak dari kesediaannya menjalankan berbagai penerbangan berisiko demi kepentingan Republik.

Garis waktu kisah RI-002 memperlihatkan tiga peristiwa utama yang disampaikan dalam diskusi dan memoar Petit.

Pada 17 Oktober 1947, Freeberg menerbangkan pesawat dalam operasi penerjunan pasukan pertama Angkatan Udara Republik Indonesia di Kalimantan.

Kemudian, pada 1 Oktober 1948, pesawat tersebut dilaporkan hilang di Sumatra bersama Freeberg dan sejumlah personel Indonesia.

Beberapa dekade setelah kehilangan itu, puing pesawat ditemukan, tetapi penyebab pasti insiden belum diketahui.

Pencarian Petit selama puluhan tahun menjadi bagian penting dari kisah persahabatan dan misteri penerbangan RI-002.

Melalui memoar dan diskusi tersebut, kisah penerbang Indonesia serta pilot Amerika itu kembali mendapat perhatian menjelang Hari Pahlawan.

×
×