News

Prabowo Pastikan Perhatian bagi Keluarga Tiga Prajurit yang Gugur dalam Misi Karhutla

Prabowo Pastikan Perhatian bagi Keluarga Tiga Prajurit yang Gugur dalam Misi Karhutla

Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI Angkatan Darat saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.

Presiden Prabowo Subianto, menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, meminta perhatian diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan para prajurit.

Ketiga personel tersebut gugur dalam kecelakaan helikopter TNI AD ketika bertugas memadamkan karhutla di wilayah Kabupaten Seruyan.

Peristiwa itu terjadi Rabu, 4 November, di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kalimantan Tengah.

Para korban adalah Letkol CPN (Anm.) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (Anm.) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, S.H., M.H., serta Sertu (Anm.) Heri Prasetyo.

Korban Terakhir Kecelakaan MI-17V5 TNI AD di Seruyan Berhasil Dievakuasi

Prasetyo menyampaikan belasungkawa dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta, Jumat, 6 November.

Ia mengatakan tiga prajurit tersebut gugur ketika menjalankan tugas untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

Mensesneg juga menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya menangani karhutla, meski tugas pemadaman membawa risiko tinggi bagi petugas.

Menurut Prasetyo, perhatian dari pemerintah tidak hanya ditujukan kepada para personel yang bertugas di lapangan.

Keluarga yang ditinggalkan, termasuk putra-putri para prajurit, juga akan mendapat perhatian sesuai arahan Presiden Prabowo.

Evakuasi Korban Terakhir Helikopter MI-17 TNI AD di Seruyan Tuntas

Prasetyo menyebut para prajurit menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, meski menghadapi bahaya dan kemungkinan pengorbanan.

Ia meminta masyarakat mendoakan para korban agar diterima oleh Allah SWT dan keluarga mereka diberi kekuatan.

Upaya pemadaman karhutla masih berlangsung di sejumlah wilayah, sementara aktivitas kebakaran dilaporkan meningkat dan memerlukan penanganan intensif.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana per Kamis, 5 November, mencatat 1.468 titik api di enam provinsi.

Wilayah yang menjadi perhatian penanganan mencakup Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Papua Selatan.

Pemerintah dan DPR Sepakati PPPK Paruh Waktu Beralih Penuh Waktu pada 2027

BNPB menyebut pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama ketika api terjadi di area lahan gambut.

Kondisi lahan, arah angin, dan ketersediaan sumber air memengaruhi efektivitas pemadaman serta menyulitkan petugas menjangkau lokasi.

Dalam keterangannya, Prasetyo menegaskan pemerintah bekerja serius dan petugas terus menjalankan tugas siang maupun malam.

Ia juga menyoroti peran personel TNI yang melakukan pemadaman menggunakan metode water bombing, yang mengandung risiko.

Misi tersebut merupakan bagian dari penanganan kebakaran yang membutuhkan pengerahan petugas ke lokasi terdampak.

Namun, sumber yang disampaikan pemerintah tidak merinci penyebab kecelakaan helikopter maupun perkembangan penyelidikan atas peristiwa tersebut.

Pernyataan pemerintah berfokus pada belasungkawa, perhatian bagi keluarga korban, serta upaya pemadaman karhutla yang masih berjalan.

Ringkasan data: Tiga prajurit TNI AD gugur dalam kecelakaan helikopter pada 4 November di perairan Desa Sungai Perlu.

Lokasi tersebut berada di Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, tempat mereka menjalankan misi pemadaman.

BNPB mencatat 1.468 titik api berdasarkan data per 5 November, dengan sejumlah provinsi menjadi fokus penanganan.

Tantangan pemadaman meliputi lahan gambut, arah angin, sumber air, dan akses petugas menuju titik kebakaran.

×
×