News

Pemerintah Fokus Dampingi Keluarga Tiga Prajurit yang Gugur dalam Misi Karhutla

Pemerintah Fokus Dampingi Keluarga Tiga Prajurit yang Gugur dalam Misi Karhutla

Pemerintah menyampaikan belasungkawa setelah tiga personel TNI Angkatan Darat gugur saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta, pada Jumat (6/11).

Ia menyebut ketiganya meninggal ketika bertugas menangani karhutla. Pemerintah juga menyatakan akan memberi perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Tiga prajurit kita yang gugur di dalam menjalankan tugas mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Dalam kesempatan ini, izinkanlah kami menyampaikan belasungkawa,” kata Prasetyo.

Tiga personel yang gugur adalah Letkol CPN (Anm.) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (Anm.) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, S.H., M.H., dan Sertu (Anm.) Heri Prasetyo.

Tekanan Menjelang Evaluasi MSCI, IHSG Ditutup Turun 1,97 Persen

Mereka meninggal dalam kecelakaan helikopter TNI AD saat menjalankan misi pemadaman karhutla. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (4/11).

Lokasi kecelakaan berada di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian terhadap para petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

Perhatian pemerintah, kata dia, juga mencakup kesejahteraan keluarga dan anak-anak para prajurit yang gugur saat bertugas.

“Sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden (Prabowo), kami diminta memberikan perhatian, termasuk kepada keluarga maupun kepada putra-putri saudara-saudara kita yang telah berjuang menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan di tengah mara bahaya yang membutuhkan pengorbanan,” imbuhnya.

Penyitaan Rp2 Miliar Menyorot Bobby Rasyidin, Ini Aturan Gaji Dirut KAI

Pemerintah masih berupaya memadamkan karhutla, meski pekerjaan tersebut menghadirkan risiko tinggi bagi petugas di lapangan.

Prasetyo menegaskan bahwa para petugas terus bekerja untuk menangani kebakaran. Sebagian misi pemadaman dilakukan dengan metode water bombing.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan metode tersebut juga mengandung risiko bagi personel yang menjalankan tugas.

“Kita memanjatkan doa supaya saudara-saudara kita diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ujar Prasetyo.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana per Kamis (5/11) mencatat 1.468 titik api tersebar di enam provinsi.

Rekrutmen CPNS Dimulai November, PPPK Paruh Waktu Beralih Penuh Waktu Bertahap

Wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Papua Selatan.

BNPB menyatakan aktivitas kebakaran masih meningkat di sejumlah wilayah. Kondisi itu membuat penanganan intensif tetap diperlukan.

Penanganan kebakaran di lahan gambut menghadapi kendala, menurut BNPB. Kondisi lahan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi upaya pemadaman.

Arah angin dan ketersediaan sumber air juga berpengaruh terhadap efektivitas penanganan. Faktor-faktor tersebut turut menyulitkan petugas menjangkau lokasi kebakaran.

Ringkasan situasi: tiga prajurit TNI AD gugur; kecelakaan helikopter terjadi di perairan Desa Sungai Perlu; 1.468 titik api tercatat di enam provinsi.

Data tersebut menggambarkan situasi karhutla yang dihadapi petugas. Namun, pemerintah tidak merinci jumlah titik api pada masing-masing provinsi.

Prasetyo mengatakan para petugas bekerja siang dan malam menghadapi risiko. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada personel TNI yang bertugas.

“Oleh karena itulah, sekali lagi ini menunjukkan pemerintah bekerja sangat serius. Dan saudara-saudara kita bekerja siang dan malam mempertaruhkan jiwa raganya,” kata Prasetyo.

Ia secara khusus menyinggung prajurit TNI yang melakukan pemadaman melalui water bombing. Menurutnya, upaya tersebut membawa risiko bagi petugas.

“Mari kita memanjatkan doa supaya saudara-saudara kita diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ujar dia.

Selain menyampaikan belasungkawa, pemerintah mengapresiasi pihak-pihak yang membantu penanganan kebakaran. Apresiasi itu ditujukan kepada petugas dan relawan.

Mereka turut memantau persebaran titik api, melakukan antisipasi, serta membantu proses pemadaman di lapangan.

Bagi sobat yang mengikuti perkembangan karhutla, pemerintah menyampaikan bahwa upaya penanganan masih berjalan di sejumlah wilayah.

Risiko yang dihadapi petugas, kondisi lahan, arah angin, dan ketersediaan air menjadi bagian dari tantangan pemadaman.

Pemerintah menyatakan perhatian terhadap keluarga prajurit yang gugur, sementara petugas dan relawan terus membantu penanganan karhutla.

×
×