BMKG memperkirakan 28 wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat pada Sabtu, 7 November 2026.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang. Sobat perlu memperhatikan kondisi cuaca setempat.
Peringatan tersebut muncul di tengah prakiraan curah hujan nasional yang sebagian besar berada pada kategori rendah hingga menengah.
Kategori itu merujuk pada curah hujan 0–150 milimeter per dasarian selama Dasarian I hingga II November 2026. Namun, kondisi umum tersebut tidak menutup peluang peningkatan hujan di daerah tertentu.
Dinamika atmosfer yang masih aktif dapat memicu peningkatan intensitas hujan secara regional. Sejumlah wilayah pun berpeluang mengalami hujan sedang, lebat, hingga sangat lebat.
Ringkasan prakiraan BMKG
Tanggal: Sabtu, 7 November 2026
Wilayah berpotensi terdampak: 28 wilayah
Intensitas hujan: Sedang hingga sangat lebat
Potensi kondisi penyerta: Kilat, petir, dan angin kencang
Curah hujan umum: 0–150 milimeter per dasarian, Dasarian I hingga II November 2026
BMKG menyebut beberapa fenomena atmosfer menjadi faktor yang memengaruhi peluang peningkatan curah hujan di Indonesia. Salah satunya ialah Madden-Julian Oscillation atau MJO.
MJO diprakirakan berada pada fase 2 hingga fase 3, di sekitar Samudra Hindia. Aktivitasnya diperkirakan menjangkau sejumlah wilayah Indonesia.
Secara spasial, MJO diprakirakan aktif di Kalimantan bagian selatan dan Sulawesi bagian tengah hingga selatan.
Fenomena tersebut juga diperkirakan aktif di Maluku, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Nusa Tenggara Timur.
Selain MJO, gelombang ekuatorial Rossby diprakirakan aktif dan memengaruhi kondisi cuaca di beberapa daerah.
Pengaruh gelombang Rossby diperkirakan terasa di sebagian wilayah Sumatera bagian utara hingga tengah serta Maluku Utara.
Gelombang Kelvin juga berpotensi aktif. Wilayah yang diperkirakan terdampak mencakup Sumatera bagian utara hingga tengah.
Aktivitas Kelvin turut diprakirakan terjadi di Kalimantan bagian utara hingga tengah, Sulawesi bagian utara, dan Maluku Utara.
Kombinasi prakiraan hujan dan dinamika atmosfer itu membuat kewaspadaan tetap diperlukan, terutama terhadap potensi hujan lebat.
Meski sebagian besar wilayah diperkirakan mengalami curah hujan rendah hingga menengah, kondisi regional dapat berbeda.
Karena itu, masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak perlu mengantisipasi hujan sedang hingga sangat lebat.
BMKG juga mengingatkan kemungkinan kilat, petir, dan angin kencang menyertai hujan. Prakiraan yang disampaikan berlaku untuk Sabtu, 7 November 2026.
Jumlah wilayah yang disebut berpotensi terdampak mencapai 28 daerah. Rincian nama setiap wilayah tidak tercantum dalam informasi yang diberikan.
Secara umum, prakiraan curah hujan rendah hingga menengah tetap berlaku untuk sebagian besar Indonesia pada periode Dasarian I hingga II November.
Namun, aktivitas MJO, gelombang Rossby, dan gelombang Kelvin menjadi sejumlah faktor yang dapat mendorong peningkatan hujan secara regional.

