News

Jokowi Tersinggung Tuduhan Ijazah Palsu Menyeret Kedua Orang Tuanya

Jokowi Tersinggung Tuduhan Ijazah Palsu Menyeret Kedua Orang Tuanya

Joko Widodo, Presiden ke-7 Republik Indonesia, mengaku marah dan tersinggung karena tuduhan ijazah palsu turut menyeret kedua orang tuanya.

Menurut Jokowi, polemik dugaan ijazah palsu yang diarahkan kepadanya telah merambah urusan pribadi hingga melibatkan keluarganya.

Ia menyampaikan hal tersebut setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi selama 13,5 jam di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Pemeriksaan itu berlangsung pada Kamis malam, 5 November 2026, dalam persidangan kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu.

Jokowi mengaku tidak terima ketika ayah dan ibu kandungnya ikut menjadi sasaran tuduhan.

Mustika Ratu Bawa Spa Warisan Jawa ke Hong Kong, Bidik Kemitraan Global

“Ya jelas saya sangat tersinggung sekali. Saya sangat marah sekali karena orang tua saya, ibu kandung saya, bapak kandung saya dibilang seperti itu,” ungkap Jokowi di Jakarta.

Menurutnya, kedua orang tuanya telah merawat, membesarkan, dan menyekolahkannya sejak kecil. Tuduhan terhadap mereka, kata Jokowi, sangat melukai perasaannya.

“Karena beliau, apa pun beliau yang memberi makan saya sejak bayi, yang menyekolahkan saya sejak bayi, kemudian dikata-katai dengan kata-kata seperti itu. Siapa yang enggak sakit?” tekan dia.

Jokowi mengatakan rasa tersinggung itu menjadi salah satu alasan dirinya membawa persoalan ini ke ranah hukum. Ia melaporkan sejumlah pihak yang melayangkan tuduhan terhadapnya.

Ia berharap persidangan dapat menjadi pelajaran agar masyarakat tidak sembarangan menuduh atau menyebarkan fitnah yang merusak nama baik.

Pengendara ke Sawangan Diminta Lewat Tanah Baru saat Jalan Secawan Ditutup

“Saya bawa ke ruang sidang pengadilan yang terhormat ini agar menjadi pembelajaran kita semuanya. Jangan mudah menuduh orang, jangan mudah membuat fitnah, sehingga mencemarkan nama baik seseorang,” ucapnya.

×
×