Joko Widodo memilih tidak banyak berkomentar ketika ditanya soal dugaan penyadapan yang dikaitkan dengan namanya, Kamis, 5 November 2026.
Ia menyampaikan sikap tersebut saat menghadiri sidang dugaan perkara ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada hari itu.
Kehadiran mantan presiden itu berlangsung di tengah sidang perkara dugaan pencemaran nama baik serta tudingan ijazah palsu.
Awak media kemudian menanyakan dugaan penyadapan yang dikaitkan dengan nama Jokowi, tetapi ia tidak memberi penjelasan panjang.
Pertanyaan awal meminta tanggapan Jokowi mengenai pihak yang menghubungkan namanya dengan dugaan penyadapan tersebut.
“Kita semuanya ikuti proses hukum yang ada,” jawab Jokowi singkat ketika pertanyaan itu disampaikan oleh awak media.
Jawaban itu menunjukkan bahwa Jokowi meminta persoalan yang ditanyakan diserahkan kepada proses hukum yang sedang berjalan.
Namun, pertanyaan berikutnya membawa isu tersebut ke kemungkinan dugaan penyadapan dimasukkan dalam tindakan makar.
Jokowi kembali merespons dengan senyum dan mengulangi ajakan agar semua pihak mengikuti proses hukum yang ada.
“(Tersenyum) Kita bersama ikuti proses hukum yang ada,” ucap Jokowi saat dimintai tanggapan mengenai kemungkinan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan tanpa penjelasan tambahan tentang dugaan penyadapan atau alasan namanya ikut disebut dalam isu tersebut.
Setelah itu, awak media kembali meminta penjelasan mengenai keterkaitan nama Jokowi dengan dugaan penyadapan yang sedang dibicarakan.
Kali ini, Jokowi tidak memberikan jawaban secara lisan kepada para wartawan yang kembali mengajukan pertanyaan kepadanya.
Ia hanya tersenyum sambil terus berjalan meninggalkan awak media setelah menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Sikap tersebut membuat pertanyaan mengenai dugaan penyadapan dan kaitan namanya belum memperoleh jawaban langsung lebih lanjut darinya.
Hingga meninggalkan lokasi, Jokowi tetap mengarahkan perhatian pada proses hukum yang berlaku untuk menangani persoalan tersebut.
Dalam kesempatan itu, ia tidak menguraikan lebih jauh tentang pihak yang mengaitkan namanya dengan dugaan penyadapan.
Ia juga tidak menjelaskan lebih lanjut saat awak media menanyakan kemungkinan dugaan itu berkaitan dengan tindakan makar.
Dua jawaban yang disampaikan Jokowi sama-sama menekankan agar semua pihak mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.
Pada pertanyaan terakhir, sikapnya kembali terlihat melalui senyum, sementara ia terus melangkah menjauh dari para wartawan.
Rangkaian tanya jawab tersebut berlangsung ketika Jokowi berada di Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk menghadiri sidang.
Sidang yang dihadirinya berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik dan tudingan ijazah palsu.
Dalam laporan mengenai kehadirannya, Jokowi juga disebut menghadiri sidang dugaan kasus ijazah palsu di pengadilan tersebut.
Pertanyaan soal penyadapan muncul dalam sesi tanya jawab dengan awak media di sela-sela kehadiran Jokowi.
Awak media menanyakan isu itu dengan menghubungkan dugaan penyadapan dan nama mantan Presiden Republik Indonesia tersebut.
Jokowi menjawab singkat, lalu kembali menyampaikan pesan serupa ketika pertanyaan lanjutan diarahkan kepadanya.
Ia tidak menyampaikan uraian terperinci mengenai dugaan penyadapan dalam tanggapan yang diberikan kepada wartawan.
Senyum dan langkahnya meninggalkan awak media menjadi respons terakhir setelah sejumlah pertanyaan kembali diajukan.
Dengan demikian, penjelasan langsung Jokowi mengenai hubungan namanya dengan dugaan penyadapan tidak disampaikan dalam kesempatan tersebut.
Ia hanya meminta semua pihak mengikuti proses hukum yang ada, baik dalam jawaban pertama maupun tanggapan berikutnya.
Dugaan penyadapan dan kemungkinan kaitannya dengan tindakan makar menjadi bagian dari pertanyaan yang diajukan awak media.
Namun, Jokowi tidak memberi penjelasan tambahan mengenai kedua pokok pertanyaan tersebut sebelum meninggalkan para wartawan.
Informasi yang disampaikan dalam kesempatan itu berpusat pada sikap Jokowi terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
Ia tidak mengembangkan jawabannya ketika kembali ditanya tentang keterkaitan namanya dengan dugaan penyadapan.
Jokowi kemudian meninggalkan awak media dengan tetap meminta agar persoalan tersebut mengikuti proses hukum yang berlaku.

